The suN of my Life….
Perhaps i’m exaggerating, but i think people meet each other because their destinies are connected, to be able to meet unexpectedly in a limited time, I believe its a miracle. Before i met you,i was like a kids, i only knew how to dream. However, word cannot describle how lucky i am right now. If this is a dream, i hope i will never wake up, if this reality, even if its only a moment, i don’t care, i can say proudly that i’m doing great, just thinking about you now, my heart feels warm.
To me, you’re where the sun is, even though you seem cold on the outside right now, inside your heart is like the sun. I’m probably not the only one who thinks this way, because you have so much charm, from your smile, i also saw those who also felt your charm and your beautiful. There will be many others in the future too, amongs them, you will shine brightly, its my greatest happiness if i can just stay by your side and silently protect you.
-aB-
-close notes-
dReam is A dReam…
Hmmm… Sudah genap seminggu kita bertemu dalam sebuah mimpi yang tak kenal batas dan warna. Mimpi itu datang dengan canggung dan mengalir dengan deras yang berhiaskan aktor dan tema yg sama… Anehh, mungkin itu yang langsung tersirat pada benak masing-masing ketika dipertemukan dengan suatu momentum kontinu yang berlandaskan alam bawah sadar yang berdiri sendiri tanpa ada yang bisa mengontrol atau membimbing, bersifat bebas dan tak terikat…
Dulu ketika masih dalam status dalam tanda petik ‘jadian’, hampir tiap malam menunggu untuk dipertemukan dalam dunia yang kata orang banyak diperkenalkan dengan nama ‘mimpi’, ehhh jangankan seminggu sekali, sebulan sekali pun belum tentu kita bertemu di alam mimpi itu, herann dan tak berjawab… Memang dunia yang satu ini mempunyai otoritas yang tak seorang pun sanggup untuk meninterfensinya, dia bersifat otonom dan monoaction, suka-suka dialah…
Sekarang ketika status itu berkelakar manjelma menjadi sesuatu yang makar, berontak tak berujung kejelasan, ehhh tak dianya dunia mimpi pun dengan tega dan dinginnya mempertemukan kita dalam dunianya yang tak berbatas dan berwarna, tidak tanggung-tanggung setiap malam dalam kurun waktu tujuh malam kita dipertemukan dengan lakon dan tokoh utama yang sama, gilaa dan sadiss tanpa rasa, mungkin itu kata yang tepat untuk mencaci sang penguasa mimpi yang dengan entengnya berskenario adegan yang terlarang pada masa dan situasional seperti sekarang.. Nyeseuk dan kesell berbanding otak yang tak sinkron dengan sang penghasil rasa kehidupan, itu sangat pastii berasa.. Duhh kok bisa-bisanya yah memberikan persekutuan mimpi dengan lakon dan tokoh utama yang tetap dengan garapan waktu yang beruntunan, ciks..ciks..ciks (mod bingung) yahh namanya juga tinggal di dunia mimpi yang mempunyai penguasa tak berbantahh (berupaya untuk sekedar menyenangkan hati dengan alesan yang tak elegi..), yahh mau bagaimana lagi coba, protes dan mengeluh pun terasa mubajir, itu dunia bukan milik kita yang bisa terkontrol semaunya sendiri, dunia itu mempunyai kilasan yang tak berbantah terkait dengan rintihan jiwa dan terawangan akal yang tertahan dalam dunia nyata dan dunia maya…
Semuanya mesti berjalan dan keluar sesuai dengan jalan dan kodratnya masing-masing…
To be Continue….
-aB-